Close
News And Articles 22/09/2026

Apakah Karbohidrat dan Tepung Benar-Benar Harus Dihindari?

Apakah Karbohidrat dan Tepung Benar-Benar Harus Dihindari?

Ringkasan: 

  • Karbohidrat merupakan salah satu sumber energi utama bagi tubuh, sehingga tidak perlu dihindari sepenuhnya. Yang lebih penting adalah memilih sumber karbohidrat yang berkualitas dan mengonsumsinya dalam jumlah yang sesuai kebutuhan.

  • Dampak karbohidrat terhadap kesehatan dipengaruhi oleh kualitas dan jumlahnya. Sumber karbohidrat yang minim proses dan kaya serat, seperti biji-bijian utuh, kacang-kacangan, umbi, sayuran, dan buah utuh, umumnya merupakan pilihan yang lebih baik dibandingkan sumber karbohidrat olahan.

  • Cara yang lebih tepat untuk mengontrol gula darah tanpa harus menghindari karbohidrat adalah dengan memilih sumber karbohidrat yang lebih kaya serat, mengatur porsinya, menerapkan prinsip Isi Piringku, serta mengombinasikannya dengan sumber protein dan lemak sehat dalam pola makan yang seimbang.

 

Popularitas berbagai metode diet rendah karbohidrat seperti keto hingga Atkins membuat karbohidrat dan makanan bertepung kerap mendapatkan reputasi buruk. Akibatnya, sebagian orang mulai menganggap semua jenis karbohidrat sebagai musuh yang harus disingkirkan dari piring makan.

Namun, apakah secara medis kita benar-benar harus menghindari karbohidrat dan tepung? Mari kita bahas selengkapnya.

Karbohidrat Bukan Musuh Tubuh

Pada dasarnya, karbohidrat merupakan salah satu zat gizi makro yang menjadi sumber energi penting bagi tubuh, termasuk untuk menunjang berbagai fungsi tubuh dan aktivitas sehari-hari. Glukosa juga merupakan sumber energi penting bagi otak.

Anggapan bahwa karbohidrat secara otomatis membuat tubuh gemuk adalah mitos. Karbohidrat menyediakan sekitar 4 kalori per gram, sedangkan lemak menyediakan sekitar 9 kalori per gram. 

Namun, kenaikan atau penurunan berat badan tidak ditentukan oleh satu jenis zat gizi saja, melainkan juga oleh jumlah energi yang dikonsumsi, kualitas makanan, aktivitas fisik, dan pola makan secara keseluruhan.

Memangkas karbohidrat secara ekstrem dapat menyebabkan penurunan berat badan yang cukup cepat pada awal diet. Namun, sebagian penurunan berat badan awal tersebut berasal dari berkurangnya simpanan glikogen dan air. Penurunan lemak tubuh tetap bergantung pada terciptanya defisit energi.

Menghindari semua sumber karbohidrat juga tidak selalu diperlukan. Jika dilakukan tanpa perencanaan, pembatasan yang terlalu ketat dapat membuat seseorang kekurangan serat dan mengurangi asupan beberapa zat gizi yang banyak terdapat pada makanan sumber karbohidrat, seperti biji-bijian utuh, kacang-kacangan, buah, dan sayuran.

Bahkan bagi penyandang diabetes, bukan berarti nasi harus dihindari sepenuhnya. Yang lebih penting adalah memperhatikan jumlah karbohidrat yang dikonsumsi, memilih sumber karbohidrat yang lebih kaya serat dan minim proses, serta menyesuaikannya dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.

BACA JUGA: 7 Mitos Populer Seputar Diabetes

Beda Karbohidrat Olahan dan Karbohidrat yang Lebih Kaya Serat

Image: Magnific

Fakta ilmiah menunjukkan bahwa dampak karbohidrat bagi kesehatan tidak hanya ditentukan oleh jumlahnya, tetapi juga oleh kualitasnya. WHO menekankan pentingnya kualitas karbohidrat, termasuk kandungan serat dan tingkat pemrosesan makanan.

Secara sederhana, sumber karbohidrat dapat dibedakan berdasarkan tingkat pengolahannya. Sumber karbohidrat yang lebih minim proses dan kaya serat antara lain biji-bijian utuh (whole grains), kacang-kacangan, umbi, sayuran, dan buah utuh.

Sebaliknya, karbohidrat olahan (refined carbohydrates) telah mengalami proses yang menghilangkan sebagian komponen alaminya, termasuk sebagian serat. 

Contohnya adalah tepung terigu putih dan produk yang dibuat darinya, seperti roti putih. Nasi putih juga berasal dari beras yang telah mengalami proses penggilingan sehingga sebagian lapisan alaminya, termasuk sebagian serat, sudah hilang.

Sementara itu, gula pasir termasuk gula sederhana. Berbeda dengan nasi putih atau tepung terigu, gula pasir tidak tepat disebut sebagai karbohidrat kompleks.

Karbohidrat olahan dan makanan tinggi gula, terutama bila dikonsumsi dalam jumlah besar, dapat meningkatkan kadar gula darah lebih cepat dibandingkan makanan yang lebih kaya serat dan minim proses. Respons gula darah juga dipengaruhi oleh jenis makanan, ukuran porsi, cara pengolahan, serta makanan lain yang dikonsumsi bersamaan.

Sebaliknya, makanan sumber karbohidrat yang kaya serat seperti biji-bijian utuh, kacang-kacangan, sayuran, dan buah utuh dapat membantu memperlambat pencernaan dan penyerapan karbohidrat. Serat juga penting untuk menjaga kesehatan pencernaan dan, sebagai bagian dari pola makan sehat, berkaitan dengan kesehatan jantung serta penurunan risiko penyakit seperti diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.

Oleh karena itu, bukan berarti semua karbohidrat harus dihindari. Hal yang lebih tepat untuk dilakukan adalah memilih kualitas karbohidrat yang lebih baik dan mengatur jumlahnya.

BACA JUGA: Lonjakan Gula Darah Setelah Makan, Normal atau Perlu Diwaspadai?

Cara Cerdas Memilih dan Menyajikan Karbohidrat

Image: Magnific

Alih-alih memusuhi karbohidrat, beralih ke sumber karbohidrat yang lebih kaya serat dan minim proses dapat menjadi salah satu langkah untuk mendukung pola makan sehat dan membantu mengontrol gula darah.

  • Tukar Jenis Karbohidrat: Gantilah nasi putih dengan nasi merah atau ubi jalar yang dipanggang bersama kulitnya. Pilih roti gandum utuh (whole-wheat) sebagai pengganti roti putih, serta oatmeal tanpa pemanis sebagai alternatif sereal sarapan.

  • Terapkan Metode Isi Piringku: Atur porsi makan Anda dengan membagi piring menjadi setengah piring dengan sayuran dan buah-buahan, setengah piring lagi dengan protein rendah lemak (seperti ikan, ayam tanpa kulit, tahu, atau tempe) dan karbohidrat kompleks.

  • Padukan dengan Protein dan Lemak Sehat: Padukan konsumsi karbohidrat dengan protein tanpa lemak atau lemak sehat. Kombinasi ini dapat membantu memperlambat proses pencernaan serta penyerapan gula ke dalam darah.

Bagi diabetesi, kebutuhan karbohidrat dapat berbeda pada setiap orang. Faktor seperti kondisi kesehatan, obat yang digunakan, aktivitas fisik, serta pola makan sehari-hari perlu dipertimbangkan. Oleh karena itu, pengaturan makan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Pada akhirnya, Anda tidak perlu menyingkirkan karbohidrat dan tepung sepenuhnya dari pola makan harian. Dengan memilih jenis karbohidrat yang lebih kaya serat dan minim proses, mengatur porsi, serta menerapkan pola makan yang seimbang, Anda tetap dapat menikmati makanan dengan nikmat sekaligus menjaga tubuh tetap sehat dan bugar.

BACA JUGA: Nutrisi untuk Diabetes: Panduan Lengkap Gizi yang Tepat

Lengkapi Nutrisi Harian untuk Kontrol Gula Darah

Diabetasol Milk

Selain bijak dalam memilih dan menyajikan makanan pokok, menjaga asupan nutrisi pelengkap dan camilan yang tepat juga sama pentingnya sebagai bagian dari pola makan sehari-hari. Dengan pilihan yang tepat, Anda tetap dapat menikmati makanan dan minuman yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi tanpa harus mengabaikan cita rasa.

Sebagai pendamping gaya hidup sehat Anda, Diabetasol Milk hadir sebagai nutrisi lengkap dan seimbang yang bisa bantu Anda mengontrol gula darah Anda.

Untuk minuman sehari-hari, Anda tetap bisa menambahkan Nulife Sweetener, pemanis pengganti gula nol kalori yang bisa dikonsumsi jangka panjang.

 

Nulife Wafer

Sementara itu, Nulife Wafer yang rendah kalori, tinggi serat, dan bebas gula bisa menjadi solusi ngemil yang sehat dan nikmat di waktu santai.

Diabetasol hadir bukan sekadar sebagai penyedia nutrisi berkualitas, tetapi juga sahabat yang selalu mendampingi langkah Anda menuju hidup sehat. Karena menjaga gula darah bukan hanya tentang disiplin dan batasan, tetapi juga tentang menemukan kebahagiaan dalam setiap momen kecil bersama orang tercinta.

Jadi, tak perlu khawatir untuk tetap menikmati nasi atau makanan berbahan tepung. Selama dikonsumsi dalam porsi yang sesuai, diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang dan gaya hidup aktif, Anda tetap bisa menjalani pola makan yang sehat. Enjoy Aja, Kan Ada DIA!

 

Referensi:

  1. World Health Organization. (2023). Carbohydrate intake for adults and children: WHO guideline. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240073593

  2. Ludwig, D. S., Hu, F. B., Tappy, L., & Brand-Miller, J. (2018). Dietary carbohydrates: Role of quality and quantity in chronic disease. BMJ, 361, k2340. https://doi.org/10.1136/bmj.k2340

  3. Centers for Disease Control and Prevention. (2024, May 15). Choosing healthy carbs. https://www.cdc.gov/diabetes/healthy-eating/choosing-healthy-carbs.html

  4. American Diabetes Association Professional Practice Committee. (2026). 5. Facilitating positive health behaviors and well-being to improve health outcomes: Standards of Care in Diabetes—2026. Diabetes Care, 49(Supplement_1), S89–S103. https://doi.org/10.2337/dc26-S005

  5. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Memilih makanan sumber karbohidrat untuk menjaga kadar gula darah. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1682/memilih-makanan-sumber-karbohidrat-untuk-menjag

  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Isi Piringku: Panduan kebutuhan gizi seimbang harian. Ayo Sehat. https://ayosehat.kemkes.go.id/isi-piringku-kebutuhan-gizi-harian

  7. Mayo Clinic. (2022, November 15). Can a low-carb diet help you lose weight? https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/weight-loss/in-depth/low-carb-diet/art-20045831

  8. Diabetes UK. (2017). Carbohydrates and diabetes: What you need to know. https://www.diabetes.org.uk/living-with-diabetes/eating/carbohydrates-and-diabetes

  9. National Health Service. (2023, March 15). Starchy foods and carbohydrates. https://www.nhs.uk/live-well/eat-well/food-types/starchy-foods-and-carbohydrates/

  10. British Heart Foundation. (2021, June 16). Carbohydrates: Are low-carb diets healthy? https://www.bhf.org.uk/informationsupport/heart-matters-magazine/nutrition/carbohydrates-and-low-carb-diets

Konsultasi Diabetes

Konsultasi Diabetes

Temukan solusi bersama ahli.