Ringkasan
Work from cafe tetap bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat tanpa harus berhenti menikmati minuman favorit. Kuncinya adalah lebih bijak memilih kadar gula, ukuran minuman, serta membatasi tambahan sirup dan topping manis.
Kebiasaan membeli minuman manis berkali-kali saat WFC dapat membuat asupan gula harian meningkat tanpa disadari. Lengkapi waktu bekerja dengan camilan yang mengandung serat atau protein dan biasakan memilih air putih sebagai minuman sehari-hari untuk membantu membatasi konsumsi minuman manis.
Mengurangi gula tidak selalu berarti harus menghilangkan rasa manis dari minuman favorit. Anda dapat mengurangi kadar gula secara bertahap atau menggunakan pemanis nol kalori sebagai alternatif pengganti gula untuk membantu mengurangi asupan gula dari minuman.
Work from cafe (WFC) sudah menjadi bagian dari gaya hidup sebagian pekerja, terutama di era digital seperti sekarang. Selain menawarkan suasana yang nyaman, cafe atau coffee shop juga menyediakan akses internet, stop kontak, serta berbagai pilihan makanan dan minuman.
Sayangnya, WFC kerap diiringi kebiasaan membeli lebih dari satu minuman dalam sehari. Misalnya, pagi hari minum coffee latte, dilanjutkan matcha latte setelah makan siang, lalu es kopi susu agar tetap terjaga di sore hari.
Jika setiap minuman tersebut mengandung gula tambahan, total asupan gula harian bisa meningkat tanpa disadari. Dalam jangka panjang, konsumsi minuman berpemanis secara berlebihan dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan obesitas serta berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2.
Agar tetap sehat dan produktif, Anda tidak harus berhenti nongkrong atau bekerja di coffee shop. Salah satu caranya adalah memilih minuman dengan lebih bijak, seperti berikut ini.
BACA JUGA: Enak, Tapi Tinggi Gula! Kenali Bahaya Konsumsi Gula Berlebih dari Minuman Kekinian

Image: Magnific
Sebagai langkah awal, Anda tidak perlu langsung menghilangkan gula sepenuhnya. World Health Organization (WHO) merekomendasikan agar konsumsi gula dibatasi hingga kurang dari 10% dari total kebutuhan energi harian. Pengurangan lebih lanjut hingga kurang dari 5% dapat memberikan manfaat kesehatan tambahan, yang setara dengan sekitar 25 gram (6 sendok teh) per hari pada pola makan 2000 kkal.
Saat WFC, Anda bisa mulai menerapkan anjuran tersebut dengan memilih tingkat kemanisan yang lebih rendah saat memesan minuman.
Banyak coffee shop kini menyediakan pilihan kadar gula, mulai dari takaran gula 75%, 50%, dan 25%, hingga tanpa gula sama sekali. Jika biasanya memilih tingkat kemanisan normal, cobalah menguranginya sedikit demi sedikit agar lidah memiliki waktu untuk beradaptasi.
Kopi dengan tambahan saus karamel, hazelnut, vanilla syrup, brown sugar, whipped cream, hingga saus cokelat memang rasanya jadi lebih enak. Akan tetapi, tambahan tersebut dapat menambah kandungan gula dan kalori dalam minuman Anda.
Karena itu, pesanlah minuman tanpa tambahan sirup, saus, atau topping manis untuk membantu mengurangi asupan gula.
Kebiasaan tersebut juga sejalan dengan anjuran Kementerian Kesehatan RI untuk membatasi konsumsi gula. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merekomendasikan konsumsi gula tidak lebih dari 50 gram atau 4 sendok makan per orang per hari, yang setara dengan 10% dari total kebutuhan energi harian pada pola makan 2000 kkal.
Dengan lebih bijak memilih komposisi minuman, Anda tetap dapat menikmati WFC tanpa mengonsumsi gula secara berlebihan.
Risiko kelebihan asupan gula akibat sering mengonsumsi minuman manis saat WFC dapat dikurangi dengan mempertimbangkan ukuran minuman yang Anda pesan. Semakin besar ukuran minuman, semakin besar pula potensi jumlah gula yang dikonsumsi jika kandungan gula per volume minuman relatif sama.
Penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Preventive Medicine menunjukkan bahwa ukuran porsi minuman berpemanis merupakan salah satu hal yang relevan dalam konsumsi minuman berpemanis. Ukuran porsi yang lebih besar dapat berkontribusi terhadap konsumsi minuman dan energi yang lebih tinggi.
Oleh karena itu, jika minuman manis hanya digunakan sebagai teman bekerja, pilih ukuran small atau regular dibandingkan ukuran besar, ya. Langkah sederhana ini dapat membantu membatasi jumlah gula dan kalori yang dikonsumsi dari minuman.
BACA JUGA: Tips Mengendalikan Keinginan Makan Manis (Sugar Craving)

Image: Magnific
Selain minuman, kebiasaan membeli pastry, donat, croissant, atau cake sebagai teman bekerja juga dapat menambah asupan gula harian. Jika dikonsumsi bersamaan dengan minuman manis, total gula yang dikonsumsi tentu akan semakin tinggi.
Sebagai alternatif, pilih camilan yang mengandung protein atau tinggi serat, seperti kacang-kacangan atau yogurt tanpa tambahan gula.
Kandungan protein dan serat dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga Anda dapat lebih mudah mengatur porsi dan frekuensi camilan selama bekerja di coffee shop.
Biasakan membawa tumbler berisi air putih dan minumlah secara rutin agar kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi. Selain membantu mencegah dehidrasi, memilih air putih sebagai minuman sehari-hari juga dapat membantu mengurangi konsumsi minuman manis selama WFC.
Membiasakan diri memilih air putih sebagai minuman utama dapat menjadi cara sederhana untuk membantu mengontrol asupan gula saat bekerja di coffee shop.
Apabila sedang program cut sugar, Anda tidak perlu harus menghilangkan rasa manis sepenuhnya dari minuman favorit. Selain mengurangi takaran gula secara bertahap dan membatasi penggunaan sirup atau topping manis, Anda juga dapat mempertimbangkan penggunaan pemanis nol kalori sebagai alternatif pengganti gula.

Seperti Nulife Sweetener, pemanis pengganti gula zero calorie yang dapat digunakan untuk berbagai jenis minuman, mulai dari kopi, teh, hingga minuman dingin favorit. Dengan rasa manis yang tetap nikmat tanpa tambahan kalori, Nulife Sweetener dapat menjadi pilihan bagi Anda yang ingin mengurangi asupan gula dari minuman sehari-hari.
Jadi, saat memesan minuman favorit ketika WFC, Anda bisa memilih level gula 0% lalu mengganti gula dengan Nulife Sweetener sesuai kebutuhan. Anda tetap dapat menikmati minuman favorit dengan rasa manis yang lebih terkontrol sekaligus membantu mengurangi asupan gula dari minuman.
Sesekali mau “selingkuh” sama yang manis-manis saat hangout atau WFC nggak perlu khawatir. Selama tetap mindful memilih makanan dan minuman serta tetap memiliki gaya hidup aktif, Why Not? Kan Ada DIA.
Referensi:
World Health Organization. (2015). Guideline: Sugars intake for adults and children. https://www.who.int/publications/i/item/9789241549028
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024, January 31). Cegah meningkatnya diabetes, jangan berlebihan konsumsi gula, garam, lemak. https://kemkes.go.id/id/cegah-meningkatnya-diabetes-jangan-berlebihan-konsumsi-gula-garam-lemak
Smith, N. R., Grummon, A. H., & Frerichs, L. M. (2020). Demographic groups likely affected by regulating sugar-sweetened beverage portion sizes. American Journal of Preventive Medicine, 59(3), e135–e139. https://doi.org/10.1016/j.amepre.2020.02.021
Akhlaghi, M. (2024). The role of dietary fibers in regulating appetite, an overview of mechanisms and weight consequences. Critical Reviews in Food Science and Nutrition, 64(10), 3139–3150. https://doi.org/10.1080/10408398.2022.2130160
Dibay Moghadam, S., Krieger, J. W., & Louden, D. K. N. (2020). A systematic review of the effectiveness of promoting water intake to reduce sugar-sweetened beverage consumption. Obesity Science & Practice, 6(3), 229–246. https://doi.org/10.1002/osp4.397
World Health Organization. (2023). Use of non-sugar sweeteners: WHO guideline. https://www.who.int/publications/i/item/9789240073616